Jerry Aurum dan “Rahasia Perusahaan”

Kalau mau bicara blakblakan, sebenarnya banyak buku biografi atau otobiografi yang beredar itu hanya menarik bagi diri orang yang ditulis saja. Kini terlalu banyak orang yang senang membuat otobiografi ataupun biografi yang ditulis sama orang lain atas pesanan, dengan kenyataan sebenarnya umum tak ingin tahu tentang dia. Isi biografi atau otobiografi umumnya juga “lebih indah” daripada kenyataan.

images (1)

Namun, buku otobiografi fotografer Jerry Aurum sungguh sesuatu yang lain. Buku otobiografi-nya berjudul Hampir Fotografi sungguh sebuah buku yang menarik bagi siapa pun yang minat dalam fotografi. Memang, buku ini hanya bercerita tentang segala sesuatu yang dirasakan dan dialami Jerry dalam 20 tahun terakhir karier fotografinya, termasuk diantaranya hal-hal yang dialaminya saat mulai tertarik pada fotografi. Namun, secara keseluruhan sesungguhnya buku ini adalah tutorial fotografi yang lengkap, runut, enak dibaca, dan sangat mudah dipahami.

“Ya, inilah saya,” kata Jerry saat peluncuran buku ini di Jakarta akhir bulan lalu. “Kalaupun saya memasang foto saya di halaman depan, itu karena saya juga bingung mau masang foto apa.”

Hampir Fotografi menceritakan visi dan pemikiran Jerry akan segala sesuatu yang dialaminya, dilihatnya, dan juga dasar pemikirannya. Soal fotografi nude (foto telanjang) misalnya. Di buku itu dipaparkan bahwa itu adalah hal yang sangat sering terjadi di dunia fotografi. Buruk atau baik? Jerry tidak memvonisnya walau dia mengatakan menyukainya.

“Membuat foto yang merangsang nafsu sama sekali tidak menarik bagi saya,” kata Jerry yang lalu juga memberikan beberapa bahan pemikiran. Mendalam, tapi tidak menggurui, tidak sok moralis, tetapi memberi siapa pun pemahaman yang pas.

Hal penting lain yang dibahas Jerry adalah bagaimana mendapatkan proyek, cara menghadapi klien yang menawar gila-gilaan, sampai dengan cara menghadap klien yang bawel.

Lalu, tentang filosofi bahwa seniman cenderung senang pamer juga dibahas Jerry dengan sangat cerdas. Hampir tidak bisa dipercaya bahwa Jerry yang tampak begitu cuek ternyata punya pemikiran-pemikiran mendetail pada segi-segi kehidupan ini.

Bagi peminat fotografi yang tergila-gila dengan teknik fotografi, buku Hampir Fotografi juga memamerkan teknik-teknik dan ide-ide cerdas Jerry dalam pemotretannya, seperti memakai bahan yang luntur oleh air untuk pemotretan underwater (halaman 195), memotret horizontal untuk mendapatkan efek vertikal (halaman 196), juga berbagai konsep untuk menjabarkan sebuah ide.

Bagaimanapun, bagi saya buku Hampir Fotografi adalah buku fotografi yang luar biasa selayaknya buku karya fotografer lain Ray Bachtiar yang berjudul Filosofi Penghayat Cahaya.

Bagi seorang teman juga sesama fotografer seperti saya, buku Jerry ini bikin iri sekaligus bangga. Sebagai kata akhir setelah membaca buku ini sampai habis adalah: saya yang kenal Jerry sejak lama lebih suka melihat Jerry gondrong daripada Jerry klimis. Lihat saja di foto halaman terakhir!

Sumber : Rambey, Arbain “Jerry Aurum dan “Rahasia Perusahaan”” , Kompas, No. 275/Th. Ke-48/9 April 2013. hal 36

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s