Hakikat Memotret Mobil

Sebuah pertanyaan datang ke Klik. Kalau harus memotret mobil, apa saja yang harus diperhatikan?

Pertanyaan ini tentu sebuah pertanyaan umum, seperti juga pertanyaan bagaimana memotret rumah, bagaimana memotret bayi, bagaimana memotret alat elektronik, dan sebagainya. Sebenarnya orang sering lupa bahwa jika kita melakukan sesuatu, tentu ada alasannya sehingga seharusnya tidak ada kebingungan tentang “apa yang harus diutamakan”.

Demikian pula dalam memotret mobil. Jika seseorang sampai bingung saat harus memotret mobil, tentu timbul pertanyaan balik: kalau bingung, memngapa memotret juga?

Pertanyaan di atas mengemuka terutama saat ada lomba memotret mobil di ajang pameran seperti Djarum Black Autoblackthrough yang sudah berlangsung di Surabaya dan Yogyakarta serta masih akan bersambung ke Medan dan Jakarta.

Sesungguhnya saat memotret mobil, kita harus tahu terlebih dulu apa tujuan pemotretan. Jika Anda memotret untuk iklan mobil, hal terpenting adalah mobil harus tampak terbaik karena di potret dari angle terbaik pula. Jika foto mobil itu untuk iklan, mobil harus tampak utuh agar calon pembeli tidak bertanya-tanya.

Demikian pula jika memotret mobil bekas untuk dijual. Namun, sedikit berbeda dengan memotret mobil baru, memotret sebuah mobil bekas tentu butuh beberapa cara agar kekurangan-kekurangan sang mobil bekas tidak terlihat.

Namun, jika memotret mobil untuk lomba dalam sebuah pameran, ada banyak pemikiran yang harus diambil. Hal pertama adalah soal pencahayaan. Pencahayaan yang ada dirancang untuk orang melihat, bukan untuk orang memotret. Tak boleh dilupakan pula, dalam sebuah pameran mobil tempat yang ada tentu sempit sekali sehingga sulit mengisolasi pemotretan dari “kebocoran-kebocoran” pemotretan. Kebocoran di sini adalah masuknya hal-hal yang mengganggu foto kita.

Dalam hal memotret mobil untuk lomba pada sebuah pameran, hal-hal yang harus diperhatikan adalah:

1. Pahami titik berat lomba, apakah menitikberatkan sisi fotografi atau sisi variasi mobil.

2. Pahami selera juri yang akan menilai foto-foto peserta.

3. Jangan berpikir untuk memotret mobil secara utuh karena akan menjatuhkan mutu visual foto anda secara keseluruhan.

4. Perhatikan betul white balance yang ada. Warna-warna asli sebuah mobil harus terekam apa adanya karena warna sebuah mobil adalah hal yang dipikirkan betul oleh pemiliknya.

Secara umum, jika Anda memotret benda lainnya, sebaliknya ada daftar dalam benak tentang berbagai prioritas pemotretan yang akan dilakukan. Dengan adanya daftar prioritas, Anda bisa bekerja lebih sistematis dan terarah.

Sumber : Rambey, Arbain “Hakikat Memotret Mobil” , Kompas, Th. Ke-48/18 Juni 2013. hal 44

 

* Lebih bagus ada gambarnya ya padahal😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s