Kenangan 16 Tahun Berkamera Digital

Kamera digital itu sungguh mahal harganya, 16.000 dollar AS, yang waktu itu setara sekitar Rp. 48 juta (kondisi sudah mulai krismon). Jangan tanya megapikselnya, yaitu hanya 1 megapiksel dan hanya bisa format RAW. Kamera itu mereknya mungkin membingungkan untuk dunia sekarang karena ada tulisan Nikon dan ada pula tulisan AP dan Kodak pada badan kameranya.

Memang, saat itu baru Kodak yang membuat kamera digital secara komersial untuk dunia pers, terutama dalam pesanan khusus Associated Press. Karena Kodak belum membuat badan kamera, Associated Press bertanya kepada pembeli : mau badan Canon atau Nikon. Karena sistem yang dipakai Kompas waktu itu adalah sistem Nikon, Kompas memilih badan kamera Nikon.

Kamera digital awal tahun 1990-an,
seharga sekitar Rp. 100 juta waktu itu.

tumblr_lxwc0uRURd1qlas2o

Saat itu, kamera yang dibeli Kompas adalah yang berbadan F90. Saat itu pula, Kompas membeli lensa baru 17 mm untuk dipasangkan dengan kamera tersebut. Dengan crop fractor yang sebesar 2 (dua), lensa 17 mm pun setara dengan lensa 34 mm pada kamera normal.

Sungguh, sejak saat itu bisa dikatakan liputan-liputan larut malam bukan hal menakutkan lagi karena kami sudah punya kamera digital yang tidak memerlukan keruwetan proses cuci cetak lagi. Meski demikian, untuk liputan yang punya tenggat waktu longgar, kami masih memakai kamera film yang mutunya jauh lebih baik.

Pembelian kamera digital pada tahun 1997 itu merupakan gong dari beberapa kali kegagalan pembelian kamera digital yang dilakukan Kompas. Pada tahun 1990, Kodak sudah menawari kamera digital generasi pertama dengan badan Nikon F3. Waktu itu, Kompas belum berminat karena harganya sangatlah mahal, yaitu sekitar 50.000 dollar AS.

Kemudian, pada tahun 1995, saat saya meliput turnamen tenis Perancis Terbuka di Paris, Kodak kembali menawari kamera digital dengan badan Nikon F4 dan Canon EOS-1. Harganya juga tak bergeser dari sekitar Rp 100 juta waktu itu.

 

tumblr_lxwctqWEvx1qlas2o

Kamera digital pertama harian Kompas dibeli akhir Oktober 1997
seharga sekitar Rp. 45 juta waktu itu walau hanya 1 megapiksel

 

Kalaupun Kompas membeli juga pada tahun 1997, itu karena sudah menimbang berbagai hal, termasuk koran Jawa Pos yang sudah terlebih dahulu memilikinya sejak sekitar Juli 1997.

Di era fotografi film, kami mengirimkan foto dari luar kota atau luar negeri memakai alat yang disebut Associated Press Leafax. Alat yang terbungkus dalam koper berwarna alumunium itu mirip perangkat faks, tetapi resolusinya tinggi sekali. Harga Leafax tersebut kira-kira seharga dua buah Toyota Kijang pada tahun 1990. Dan, alat tersebut hanya terpakai sampai tahun 1994 alias hanya empat tahun saja karena sejak 1994 Kompas sudah memakai jalur internet dalam pengiriman foto.

Karena pada tahun 1994 itu belum ada kamera digital, semua negatif foto dipindai  dulu dengan Nikon Coolscan untuk menjadi file digital yang kemudian dikirimkan melalui modem.

Kamera digital pertama Kompas itu hanya dipakai pada tenggat-tenggat waktu yang tipis. Sebenarnya saya banyak memakainya untuk acara-acara penting, tetapi karena hardisk penyimpanan foto Kompas pernah rusak, saya hanya menemukan foto Amien Rais terpilih sebagai Ketua MPR 1999.

tumblr_lxwdbuIvoc1qlas2o

Amien Rais melambaikan tangan kepada apara angggota MPr seusai terpilih sebagai Ketua MPR, Minggu (3/10) malam.
Ini foto digital saya yang tertua yang bisa ditemukan.

Tahun 2000, produsen Jepang mulai mengeluarkan kamera digital. Kompas membeli Nikon D-1 yang berkapasitas 2,75 megapiksel seharga sekitar  Rp. 70 juta. Saya sendiri yang saat itu bertugas di Medan sempat membeli kamera elektronik Sony Mavica yang memakai disket dalam penyimpanannya. Saya tinggal memasukkan disket itu ke komputer tiap akan mengirimkan foto.

Anda saat ini tentu sudah menganggap bahwa kamera seharga 1.000 dollar dengan kapasitas 18 megapiksel cukup mahal. Namun, kalau anda berpikir bahwa pada 1997 kamera 1 megapiksel berharga 16.000 dollar, anda tentu akan berpikir lain bukan?

Enam belas tahun perjalanan fotografi digital di Indonesia. Sebuah rentang yang pendek untuk sebuah proses, tetapi kenyataannya sebuah revolusi sangat besar telah terjadi.

 

Sumber : Rambey, Arbain “Kenangan 16 Tahun Berkamera Digital” , Kompas, Th. Ke-48/29 Oktober 2013. hal 36

Gambar : http://belajarfoto.web.id

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s